7 buku yang akan membuat Anda merefleksikan masyarakat saat ini

7 buku yang akan membuat Anda merefleksikan masyarakat saat ini

Heinrich Heine pernah berkata bahwa 'di mana buku dibakar, laki-laki juga dibakar'. Membaca benar-benar mampu membangkitkan hati nurani dan menjadi wahana kebijaksanaan. Untuk alasan ini, hari ini kami menawarkan kepada Anda daftar karya yang akan membuat Anda merenungkan masyarakat saat ini.

Mereka adalah buku dengan genre yang berbeda: dari fiksi ilmiah hingga drama. Terlebih lagi, mereka sepertinya ditulis hari ini, di masa lalu dan selamanya. Ajaran mereka hampir sama mutakhirnya saat ini seperti pada saat mereka ditulis. Untungnya atau sayangnya, banyak di antaranya mencerminkan masyarakat kita saat ini dengan baik.



1984 di George Orwell

Mari kita mulai dengan karya George Orwell yang menghancurkan dan saat ini, '1984'. Ini menceritakan kisah rezim yang sepenuhnya otoriter berdasarkan keputusan individu untuk memastikan kendali kebebasan pribadi.



Saat ini banyak negara memiliki pemerintah yang dipilih dengan cara 'demokratis', melalui hak pilih universal. Namun, membaca buku ini, kami menemukan bahwa paradoks antara perilaku tertentu dan faktor psikologis yang terkait dengan perbedaan antara budak dan yang berkuasa dapat dengan sempurna beradaptasi dengan masyarakat demokratis saat ini. Kontrol atas individu dapat dilakukan melalui kekuasaan, tetapi juga melalui media massa, iklan dan informasi.

'The Portrait of Dorian Grey' oleh Oscar Wilde

Bertahun-tahun telah berlalu sejak Oscar Wilde menulis 'The Portrait of Dorian Grey', tetapi tema-tema yang dibahas dalam karya ini tetap mutakhir seperti dulu.



Mengapa manusia terobsesi dengan gagasan harus terlihat muda seumur hidup? Masyarakat memandang dirinya sendiri begitu banyak dan begitu kritis di cermin sehingga, kadang-kadang, ia tidak dapat menerima realitasnya sendiri, membuat yang berbeda, dalam pikirannya sendiri.

'Sebuah masyarakat menjadi lebih buruk dengan kebiasaan penggunaan hukuman daripada dengan pengulangan kejahatan.' -Oscar Wilde-

'Breakfast at Tiffany's' oleh Truman Capote

Pasti banyak dari Anda akan mengingat yang terkenal itu film 'Breakfast at Tiffany's' dengan Audrey Hepburn sebagai protagonis. Ini didasarkan pada novel dengan nama yang sama oleh Truman Capote.

Jauh di luar romantisme yang banyak dikaitkan dengan karya ini, kesendiriannya muncul. Orang malang yang mencari dalam kesuksesan sosial apa yang sebenarnya tidak mereka temukan dalam kehidupan mereka sendiri. Namun, mereka lebih terlihat seperti tubuh kosong yang tidak bisa bahagia daripada orang yang fokus pada penampilan.



sarapan-di-tiffany's

‘Eternal War’ oleh Joe Haldeman

Joe Haldeman adalah seorang veteran perang Vietnam yang, setelah kembali ke Amerika Serikat, memutuskan untuk melaporkan apa yang dia hidupi dalam sebuah buku fiksi ilmiah.

Buku ini menceritakan kisah tentang karakter tidak penting yang selamat dari perang selama 1000 tahun yang tidak dia mengerti. Selama perjalanannya, ia menemukan cinta, perubahan sosial yang tiba-tiba, kesepian, dan kurangnya komunikasi. ADALAH cerita pertanda tentang apa yang mungkin kita anggap masyarakat saat ini.

'Lord of the Flies' oleh William Golding

William Golding menulis novel yang dianggap distopia *. Ini bercerita tentang sekelompok remaja yang dipaksa untuk mengatur masyarakat baru setelah bencana nuklir.

'Lord of the Flies' berhubungan dengan beberapa tema. Risiko perang nuklir, seperti yang dikatakan Einstein, akan menjadi konfrontasi besar dunia terakhir. Tapi ia juga berbicara tentang sifat manusia yang, betapapun halusnya tampaknya, terus menjadi liar, naluriah sehubungan dengan kelangsungan hidup dan, kadang-kadang, tidak dapat diprediksi.

* Distopia: kebalikan dari utopis. Sesuatu yang sangat tidak diinginkan.

yang tidak menginginkanmu dalam hidupnya

'The Prophet' oleh Khalil Gibran

Sudah beberapa tahun sejak Khalil Gibran menulis karya luar biasa ini, 'Nabi'. Kumpulan cerita pendek dan sederhana yang menawarkan sedikit mutiara kebijaksanaan.

Setiap cerita yang membentuk buku ini adalah refleksi yang luar biasa tentang cinta, keadilan, kesenangan, kepercayaan, perilaku manusia, persahabatan, agama ... Artinya, tema yang selalu terkini, kemarin seperti hari ini.

'Di jantung setiap musim dingin ada musim semi yang berdenyut-denyut, dan setelah setiap malam, fajar yang tersenyum tiba' -Khalil Gibran-

'The Little Prince' oleh Antoine de Saint-Exupery

Siapa yang menganggap 'The Little Prince' sebuah kisah sederhana anak-anak itu berarti dia belum membacanya atau dia belum melakukannya dengan cermat. Nyatanya, pekerjaan Saint-Exupery selengkap dan sedalam otak manusia itu sendiri.

Pangeran kecil

Protagonis dari karya tersebut melakukan perjalanan ke planet yang berbeda, bertemu dengan karakter yang memperkaya dirinya dan memungkinkannya untuk tumbuh. Karakter ini memiliki karakteristik yang kekinian. Untuk alasan ini, Pangeran Kecil adalah cerminan masyarakat kemarin dan hari ini, dilihat dengan hati.

7 buku ini akan membantu Anda merefleksikan masyarakat saat ini. Dalam masing-masingnya, Anda dapat menemukan ajaran yang akan membuat Anda berpikir, bersemangat, atau marah. Tetapi jangan pernah melupakan satu hal: membaca karya-karya ini akan memperkaya Anda sebagai pribadi dan akan memungkinkan Anda memperoleh semangat yang lebih kritis dan objektif tentang dunia di sekitar Anda.